Saturday, 14 November 2015

FUNGSI BAK FILE DI AUTOCAD

Pernah mengalami crash atau file autocad tidak bisa dibuka alias filenya rusak? jangan khawatir karena autocad memiliki file yang namanya BAK file. Nama file dengan ekstensi (.bak) biasanya tersimpan bersamaan dengan nama file autocad kita. Fungsi dari BAK file ini adalah memungkinkan kita untuk membuka kembali file autocad yang terakhir kali kita buka atau kita revisi.



Caranya : Cukup dengan mengganti ekstensi file ".bak" dengan ekstensi ".dwg", misalnya nama filenya "Desain Mesin.bak" gantilah ekstensinya menjadi "Desain Mesin.dwg", maka file autocad akan secara otomatis memulihkan atau mengembalikan file autocad anda seperti semula.

Ok, demikian tips hari ini.

Saturday, 20 June 2015

SETTING AUTOCAD AGAR LEBIH RINGAN DAN STABIL

Autocad terasa lebih berat saat dioperasikan? Jika anda pernah mengalami hal demikian, mungkin yang terlintas dibenak kita adalah segera melakukan upgrade hardware buat PC atau laptop kita. Sebelum kita melakukan upgrade hardware pada PC/Laptop lakukanlah sedikit tips berikut yang bisa sedikit membantu mengoptimalkan kinerja PC/Laptop saat kita bekerja dengan Autocad agar lebih ringan saat dioperasikan.

Pertama-tama buka program Autocadnya.
Klik kanan pada layar autocad, kemudian pilih option.




Pilih "system", dan klik "performance setting"



Pilih "Manual Tune"



Pada "Hardware Setting" centanglah "Enable Hardware Acceleration"

Kemudian pada Transperancy quality, pilih " Low (Faster)" Lalu klik OK.



Sekarang anda bandingkan perbedaannya.

Demikian semoga bermanfaat.



MENGGUNAKAN FITUR CLEAN SCREEN DI AUTOCAD

Mungkin sebagian  dari kita para pengguna autocad yang masih pemula pernah menemui masalah dimana tampilan layar autocad kita ada sebagian menu-menu yang tidak muncul atau hilang di tampilan layar autocad. Menu tersebut bisa saja seperti menu draw, render, modify dll, atau menu bar seperti file, window atau menu help maupun command line yang biasanya juga hilang. Hal ini menimbulkan pertanyaan kepada kita kenapa hal ini bisa terjadi dan anggapan kita mungkin autocad kita ada menu yang unloaded atau autocadnya salah setting pada pengaturan menunya.

Jika masalahnya seperti tersebut diatas, anda tak perlu khawatir anda dapat menampilkan kembali menu-menu yang hilang tersebut seperti tampilan defaultnya dengan menggunakan fitur clean screen dengan cepat.

Clean screen pada autocad sebenarnya fitur yang berfungsi untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi anda dalam menggambar di autocad. Bagian fitur yang masih terlihat saat anda menggunakan fasilitas clean screen ini hanya  :
  • Status Bar
  • Menu Bar, dan
  • Command line
Berikut adalah tampilan saat clean screen On.

Caranya :
Ketik CLEANSCREENON pada command line.

Pada tampilan clean screen on ini kita hanya bekerja menggunakan perintah autocad melalui keyboard.
Alternatif lain untuk bisa juga dengan menekan CTRL + 0 pada keyboard.

Semoga bermanfaat!








Sunday, 24 May 2015

PERINTAH SHORTCUT DI AUTOCAD

Bagi rekan-rekan yang telah familiar dengan program AutoCAD tentunya sudah sangat terbiasa dengan yang namanya 'command' atau perintah yang digunakan dalam menggambar atau memodifikasi suatu objek. Berikut ini adalah panduan 'command shortcut' atau perintah yang sering kita gunakan dalam menggambar sehingga pekerjaan kita semakin cepat dan efisien dalam mengetikkan perintah dengan jalan pintas. Dengan cara ini kita memfokuskan tangan kiri untuk mengetikkan perintah pada keyboard, dan tangan kanan fokus pada mouse untuk menggambar agar kinerja kita dalam menggambar lebih cepat.



Command Shorcuts pada AutoCAD

3A, *3DARRAY
3DMIRROR, *MIRROR3D
3DNavigate,*3DWALK
3DO, *3DORBIT
3DP, *3DPRINT
3DPLOT, *3DPRINT
3DW, *3DWALK
3F, *3DFACE
3M, *3DMOVE
3P, *3DPOLY
3R, *3DROTATE
3S, *3DSCALE

A, *ARC
AA, *AREA
AL, *ALIGN
3AL, *3DALIGN
AP, *APPLOAD
APLAY, *ALLPLAY
AR, *ARRAY
-AR, *-ARRAY
ARS, *ACTSTOP

B, *BLOCK
-B, *-BLOCK
BC, *BCLOSE
BE, *BEDIT
BH, *HATCH
BO, *BOUNDARY
-BO, *-BOUNDARY
BR, *BREAK

C, *CIRCLE
CAM, *CAMERA
CH, *PROPERTIES
-CH, *CHANGE
CHA, *CHAMFER
CLI, *COMMANDLINE
COL, *COLOR
COLOUR, *COLOR
CO, *COPY
CP, *COPY
CT, *CTABLESTYLE
CUBE, *NAVVCUBE
CYL, *CYLINDER

D, *DIMSTYLE
DAL, *DIMALIGNED
DAN, *DIMANGULAR
DC, *ADCENTER
DCE, *DIMCENTER
DCENTER, *ADCENTER
DCO, *DIMCONTINUE
DDA, *DIMDISASSOCIATE
DDI, *DIMDIAMETER
DED, *DIMEDIT
DELCON, *DELCONSTRAINT
DI, *DIST
DIV, *DIVIDE
DJL, *DIMJOGLINE
DJO, *DIMJOGGED
DLI, *DIMLINEAR
DLU, *DATALINKUPDATE
DO, *DONUT
DOR, *DIMORDINATE
DOV, *DIMOVERRIDE
DRA, *DIMRADIUS
DS, *DSETTINGS
DST, *DIMSTYLE
DT, *TEXT
DV, *DVIEW

E, *ERASE
ED, *DDEDIT
EL, *ELLIPSE

-LT, *-LINETYPE
LTYPE, *LINETYPE
-LTYPE, *-LINETYPE
LTS, *LTSCALE
LW, *LWEIGHT

M, *MOVE
MA, *MATCHPROP
MAT, *MATERIALS
ME, *MEASURE
MEA, *MEASUREGEOM
MI, *MIRROR
ML, *MLINE
MO, *PROPERTIES
MS, *MSPACE
MSM, *MARKUP
MT, *MTEXT
MV, *MVIEW

EX, *EXTEND
EXIT, *QUIT
EXP, *EXPORT
EXT, *EXTRUDE

F, *FILLET
FI, *FILTER

G, *GROUP
-G, *-GROUP
GD, *GRADIEN
GR, *DDGRIPS

H, *HATCH
-H, *-HATCH
HE, *HATCHEDIT
HI, *HIDE

I, *INSERT
-I, *-INSERT
IAD, *IMAGEADJUST
IAT, *IMAGEATTACH
ICL, *IMAGECLIP
IM, *IMAGE
-IM, *-IMAGE
IMP, *IMPORT
IN, *INTERSECT
INF, *INTERFERE
IO, *INSERTOBJ

QVD, *QVDRAWING
QVDC, *QVDRAWINGCLOSE
QVL, *QVLAYOUT
QVLC, *QVLAYOUTCLOSE

J, *JOIN

L, *LINE
LA, *LAYER
-LA, *-LAYER
LAS, *LAYERSTATE
LE, *QLEADER
LEN, *LENGTHEN
LESS, *MESHSMOOTHLESS
LI, *LIST
LINEWEIGHT, *LWEIGHT
LMAN, *LAYERSTATE
LO, *-LAYOUT
LS, *LIST
LT, *LINETYPE

NVIEW, *NEWVIEW

O, *OFFSET
OP, *OPTIONS
ORBIT, *3DORBIT
OS, *OSNAP
-OS, *-OSNAP

P, *PAN
-P, *-PAN
PAR, *PARAMETERS
-PAR, *-PARAMETERS
PE, *PEDIT
PL, *PLINE
PO, *POINT
POFF, *HIDEPALETTES
POL, *POLYGON
PR, *PROPERTIES
PRCLOSE, *PROPERTIESCLOSE
PROPS, *PROPERTIES
PRE, *PREVIEW
PRINT, *PLOT
PSOLID, *POLYSOLID

QC, *QUICKCALC

R, *REDRAW
RA, *REDRAWALL
RC, *RENDERCROP
RE, *REGEN
REA, *REGENALL
REC, *RECTANG
REFINE, *MESHREFINE
REG, *REGION
REN, *RENAME
-REN, *-RENAME
REV, *REVOLVE
RO, *ROTATE
RP, *RENDERPRESETS
RR, *RENDER
RW, *RENDERWIN

S, *STRETCH
SC, *SCALE
SCR, *SCRIPT
SL, *SLICE
SN, *SNAP
SO, *SOLID
SP, *SPELL
SPL, *SPLINE
SPLIT, *MESHSPLIT
SPE, *SPLINEDIT
SSM, *SHEETSET
ST, *STYLE
STA, *STANDARDS
SU, *SUBTRACT

T, *MTEXT
-T, *-MTEXT
TA, *TABLET
TB, *TABLE
TEDIT, *TEXTEDIT
TH, *THICKNESS
TI, *TILEMODE
TO, *TOOLBAR
TOL, *TOLERANCE
TOR, *TORUS
TP, *TOOLPALETTES
TR, *TRIM
TS, *TABLESTYLE

UC, *UCSMAN
UN, *UNITS
-UN, *-UNITS
UNI, *UNION

V, *VIEW
VGO, *VIEWGO
VPLAY, *VIEWPLAY
-V, *-VIEW
VP, *DDVPOINT
-VP, *VPOINT
VS, *VSCURRENT
VSM, *VISUALSTYLES
-VSM, *-VISUALSTYLES

X, *EXPLODE
XA, *XATTACH
XB, *XBIND
-XB, *-XBIND
XL, *XLINE
XR, *XREF
-XR, *-XREF

Z, *ZOOM

Untuk mengulangi perintah yang sama gunakan tombol spasi/ enter.
Dalam mengetikkan 'command' atau perintah tombol CapsLock on atau off tidak menjadi masalah.

Thanks,
Semoga bermanfaat!



Friday, 1 May 2015

MEMBUAT DATA LINK MS EXCEL KE AUTOCAD

Sering kali dalam proses perencanaan desain dengan menggunakan Autocad kita membutuhkan informasi data-data yang sebelumnya telah kita olah dalam sheet Ms Excel. Data tersebut bisa saja hasil perhitungan kalkulasi sebuah desain maupun data-data lampiran informasi yang ingin kita tampilkan didalam area kerja di Autocad, misalnya seperti data bill of materials atau drawing list sebuah desain dan sebagainya.

Pada postingan kali ini, saya akan berbagi mengenai metode bagaimana membuat Data link dari tabel excel ke autocad melalui fasilitas "Data Link" autocad.

Pada metode ini, apa yang telah kita olah atau kita rubah di file excel (.xlsx), begitu juga perubahannya yang terjadi di area kerja autocad kita karena datanya sudah ter-Link.







Pertama-tama yang dilakukan adalah membuat Data link.

Klik "Data Link" pada tombol "Linking & Extaction" pada panel "Insert" yang ada pada Tab Ribbon.



Ketika dialog box "Data Link Manager" terbuka, klik "Create a new excel data link".

Berikan nama pada data link nya, Kemudian klik OK.



Sekarang hubungkan "Data link" dari file excel "Browse for a file" seperti pada gambar.

Select lah file excel pada folder yang tersimpan, kemudian klik " Open".




Selanjutnya, akan muncul dialog box "New Excel Data Link", lalu klik OK.



Selanjutnya kita akan memasukkan tabel autocad (seperti pada gambar).

Ketika dialog box "Insert Table" muncul, klik "From data link" kemudian select-lah nama data link yang telah kita beri nama sebelumnya dari daftar drop down yang ada.

Kemudian klik OK.



Tempatkan table excel pada area drawing autocad.

Ok, jika cara yang anda lakukan benar, maka anda telah berhasil melakukan metode ini.

Anda juga akan mendapatkan notifikasi dari autocad yang menandakan bahwa anda telah melakukan Data link dari file excel ke autocad (seperti pada gambar)



Sebagai catatan, apabila kita melakukan update data pada file excel yang sudah ter-link ke autocad, autocad tidak melakukan update data secara otomatis, kita harus melakukan update secara manual.

Caranya sebagai berikut :
Tempatkan kursor pada cell tabel, kemudian klik "Download from source" pada tab ribbon, maka hasil perubahan data dari file excel akan berubah di table yang ada di autocad.



Demikianlah salah satu metode untuk menghubungkan data file exel ke autocad melalui Data Link.

Semoga bermanfaat.

Thanks.


Monday, 6 April 2015

MEMBUAT HEX KEY DI AUTOCAD

Tutorial kali ini kita akan membuat model kunci L dengan bentuk Hexagonal atau dalam dunia permesinan disebut Hex Key. Kita akan mendesain dengan menggunakan standar ukuran Metric (miliimeter) sebagai standar ukuran kuncinya. Latihan ini anda akan menggunakan beberapa perintah seperti : Line, fillet, Join, Polygon, Rotate, Sweep, dan 3D view.

Enjoy it!



Bukalah file baru dengan template yang tersedia dan sudah ter-setting ukuran millimeter, kemudian pilih template acadiso.

Pilih template acadiso, lalu klik open.



Jalankan perintah line
Buatlah garis vertikal dengan panjang 100 mm, dan garis horizontal dengan panjang ukuran 50 mm, seperti pada gambar.




Command: L LINE

Specify first point:

Specify next point or [Undo]: 100

Specify next point or [Undo]: 50

Specify next point or [Close/Undo]:


Jalankan perintah fillet : F FILLET



Gunakan perintah fillet untuk membuat sudut object dari persilangan antara garis (line) menjadi sudut bulat dengan radius 10 mm, seperti pada gambar.


Command: f FILLET



ketik r, pada command line untuk menentukan besarnya radius.



ketik 10, pada command line untuk menentukan besar radiusnya.



klik pada garis P1 untuk menetukan garis pertama yang di fillet.



klik pada garis P2 untuk menentukan garis kedua yang di fillet. Seperti pada gambar.




Jalankan perintah Join : J JOIN



Satukanlah gari-garis pada model object 2D menjadi satu kesatuan object dengan menggunakan perintah Join, seperti pada gambar.

Jalankan perintah Join, kemudian select lah semua garis model 2D nya, lalu akhiri dengan menekan enter.


Untuk membuktikan semua garis sudah menjadi satu kesatuan object, klik lah garis tersebut maka tampilannya akan seperti gambar berikut.




Catatan : untuk perintah Fillet menggunakan keyboard, cukup ketikkan F pada command line nya.

Langkah selanjutnya adalah menjadikan model 2D ini menjadi 3D hex key.

Jalankan perintah Polygon



Buatlah bentuk hexagonal disamping gambar pertama dari perintah Polygon dengan jumlah 6 sisi, seperti pada gambar.



Command: POL POLYGON Enter number of sides : 6



Ketik 6, pada command line untuk menentukan jumlah sisi object Polygon. Kemudian tekan enter.



Klik diarea layar autoCAD untuk menentukan titik pusat Polygon, maka akan muncul command seperti dibawah :



Tekan enter saja, akan muncul seperti gambar dibawah.





Ketik 5, pada command line untuk menentukan besar radius hexagonal bagian terluar. Tekan enter.





Jalankan perintah Rotate : RO ROTATE




Kita akan memutar object Hexagonal dengan sudut putar 90 derajat, seperti pada gambar.



Command: ro ROTATE




Tentukan titik point seperti gamabr diatas sebagai titik dasar perputaran object hexagonal, kemudian tekan enter.



Ketik 90, pada command line untuk menentukan sudut putar 90 derajat. kemudian tekan enter.



Jalankan perintah Sweep




Klik Tab Solid pada toolbar, lalu pilih perintah Sweep, kemudian select lah object Hexagonal terlebih dahulu, lalu tekan Enter, kemudian select object garis, seperti pada gambar.


Klik 1, enter, kemudian klik 2.


Command: SWEEP

Current wire frame density: ISOLINES=4, Closed profiles creation mode = Solid

Select objects to sweep or [MOde]: 1 found

Select objects to sweep or [MOde]:

Select sweep path or [Alignment/Base point/Scale/Twist]:

Ok. Desain Hex Key anda telah selesai.
Langkah terakhir adalah mengatur sudut pandang.

Klik Tab View pada toolbar dan aturlah tampilan 3D dari model yang tersedia.




Klik Tab View pada toolbar, lalu pilih pandangan yang kita inginkan.






Ok. Selesai.
~Thanks


Sunday, 29 March 2015

MEMBUAT MODEL PAPERCLIP DI AUTOCAD

Tutorial AutoCAD untuk pemula kali ini kita akan belajar bagaimana membuat model paperclip di AutoCAD. Kita akan mulai dengan pembuatan model 2D nya hingga proses 3D nya pada tahap akhir. Anda akan belajar menggunakan perintah circle, line, move, trim, join, 3D view, dan sweep diantara latihan ini.

Ok, mari kita mulai.





Buka file baru di program AutoCAD

Jalankan perintah circle






Buatlah tiga buah lingkaran dengan ukuran 10 mm, 6 mm dan 8 mm, secara berurutan seperti pada gambar.



Command: l LINE


Specify first point:

Specify next point or [Undo]: 30

Specify next point or [Undo]:


Jalankan perintah Move





Pindahkan lingkaran yang ketiga keujung bawah garis, seperti pada gambar.





Command: m MOVE

Select objects: 1 found

Specify base point or [Displacement] :

Specify second point or :


Jalankan perintah line lagi


Buatlah garis vertikal keatas dengan panjang 20 mm dengan menarik garis dari titik point lingkaran ketiga, seperti pada gambar.




Command: l LINE

Specify first point:

Specify next point or [Undo]: 20

Specify next point or [Undo]:


Jalankan perintah Move lagi


Pindahkan lingkaran yang kedua lagi keujung garis kedua dengan perintah Move, seperti pada gambar.





Command: m MOVE

Select objects: 1 found

Select objects:

Specify base point or [Displacement] :

Specify second point or :


Jalankan perintah Line lagi

Buatlah dua garis vertikal kebawah lagi dengan menarik garis dari titik poin lingkaran pertama dan kedua dengan masing-masing panjang 25 mm dan 15 mm, seperti pada gambar.






Command: L LINE

Specify first point:

Specify next point or [Undo]: 25

Specify next point or [Undo]:


Command: LINE

Specify first point:

Specify next point or [Undo]: 15

Specify next point or [Undo]:


Jalankan perintah Trim





Potonglah pertemuan lingkaran dengan garis dengan menggunakan perintah Trim, seperti pada gambar.






Oke, jika langkah yang anda jalankan benar, maka kita telah berhasil membuat sketsa model 2D nya.

Selanjutnya kita akan membuat model 3D nya.

Note : Untuk membuat model 3D nya maka langkah yang harus kita lakukan adalah menyatukan semua garis menjadi satu kesatuan objek.
 

Jalankan perintah Join





Satukanlah gari-garis pada model objeck 2D menjadi satu kesatuan object dengan menggunakan perintah Join, seperti pada gambar.

Jalankan perintah Join, kemudian select lah semua garis model 2D nya, lalu akhiri dengan menekan enter.




Untuk membuktikan semua garis model 2D nya sudah menjadi satu kesatuan object, klik lah garis tersebut maka tampilannya akan seperti gambar berikut.




Langkah terakhir adalah menjadikan model sketsa 2D menjadi model object 3D.

Klik Tab View pada toolbar, lalu pilih pandangan SE Isometric.






Jalankan perintah Circle lagi

Buatlah lingkaran pada model pandangan ini (SE Isometric) dengan diameter 1.5 mm, seperti pada gambar.










Command: c CIRCLE

Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]:

Specify radius of circle or [Diameter] : d Specify diameter of circle : 1.5

Jalankan perintah Sweep





Klik Tab Solid pada toolbar, lalu pilih perintah Sweep, kemudian select lah lingkaran terlebih dahulu, lalu tekan Enter, kemudian select sketsa model paperclip 2D nya, seperti pada gambar.








Command: SWEEP

Current wire frame density: ISOLINES=4, Closed profiles creation mode = Solid

Select objects to sweep or [MOde]: 1 found

Select objects to sweep or [MOde]:

Select sweep path or [Alignment/Base point/Scale/Twist]:

Klik Tab View pada toolbar dan aturlah pandangannya menjadi Conceptual.




Anda juga dapat memilih model-model pandangan sesuai selera anda.




Selamat ! anda telah menyelesaikan desain Paperclip anda.

Baik, itu saja untuk hari ini, saya harap anda mendapatkan pelajaran pada tutorial ini!

Tinggalkanlah pesan pada kolom komentar dibawah ini jika ada hal yang ingin ditanyakan.

Terima kasih.